Dan Duarrr.... Mobil itu pun meledak. Api berkobar menyelimuti keseluruhan mobil sedan berwarna putih itu. Suasana pun menjadi hening. Maisha memejamkan matanya sambil mendekap erat bayi berusia satu tahun itu. Suara itu begitu keras membuat siapapun yang mendengarnya merasa takut. Maisha tak henti-hentinya mengucap istighfar dalam hati. Saking takutnya Maisha baru sadar kalau ada tangan kokoh yang melindungi dirinya. Ia baru tersadar ketika ia membuka matanya beberapa lama setelah suara ledakan itu hilang. Ia bisa melihat wajah Aldwin dengan jarak sedekat itu. Tangannya melingkupi tubuh Maisha dan matanya juga senantiasa terpejam. Maisha melihat raut wajah suaminya yang tak bisa ia artikan. Tapi yang membuat ia tercengang, ada air mata yang mengalir menerobos keluar dari tempatnya.

