"Makanya jangan telat makan, kamu sebelumnya makan apa?" Jayden menyuapi Zela bubur. Jayden masih terlihat menekuk wajahnya marah, selama perjalanan pulang Zela sampai begah mendengar omelan dan amukan Jayden. Zela menelan ludah, dia tidak mau kena marah lagi."Zela engga makan apapun.." matanya menunduk menatap bubur di mangkuk. "Mau di hukum apa? Sampe beraninya kamu bohong.." setiap katanya penuh penekanan. Zela terhenyak, Jayden malah semakin marah."E-emang Zela makan apa?" lirihnya dengan berharap Jayden menghentikan bahasan ini. "Jadi engga mau ngaku?" suara Jayden terdengar dingin. Zela menggigit bibirnya, reaksinya saja sudah menunjukan kalau Zela berbohong. Jayden selalu bisa mendeteksi kebohongan Zela. "Ja-jayden, Zela haus.." Jayden masih menatap Zela lurus, dia tidak me

