part 24. kau pria yang menyelamatkanku

914 Kata

Keputusan itu terasa seperti menghirup udara dingin di puncak Alpen, tajam, menyakitkan, tapi membangunkan kesadaranku. Aku tidak bisa terus bersembunyi di balik pilar-pilar marmer rumah mewah ini sementara Snow bertempur sendirian dengan hantu masa lalunya dan pengkhianatan keluarganya. Jika aku adalah alat, maka aku harus menjadi alat yang paling tajam. Hari itu, aku mengenakan setelan blazer hitam dengan potongan maskulin namun tetap anggun. Rambutku kusanggul rapi, tidak ada lagi helai yang berantakan seperti saat aku di gubuk dulu. Aku berdiri di samping Snow saat pintu lift kantor pusat terbuka. Langkah kami bergema seirama. Aku bisa merasakan tatapan para staf yang menunduk hormat, namun di balik punggung kami, aku tahu bisik-bisik itu masih ada. Berada di kantor Snow sesekal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN