"Aku pulaang!" Sebuah seruan menggema ke penjuru ruangan, disusul dengan suara derit pintu yang di tutup pelan. Lelaki itu langsung mengangkat dua kantung belanja itu tinggi-tinggi, begitu kakinya melangkah masuk. "Papa bawa apa?" De ja vu. Sepasang mata milik Keenan yang tadinya sedang anteng duduk di sofa dengan April langsung berbinar. Tubuh mungilnya langsung berusaha turun dengan seimbang dan berlari untuk mendapat pelukan pertama dari laki-laki yang kini mulai berjongkok dan merentangkan tangan lebar-lebar—bersiap menerima pelukan. De ja vu. Lagi. Arion menggendong tubuh Keenan. Dan ikut mendudukan diri di sofa dengan Keenan di pangkuannya. "Kok ada tiga, Pa?" Tanya Keenan, masih meneliti tiga paper bag berbeda warna di hadapannya. "Itu buat Kak Kinan sama Kak Kean.. kasihin,

