Kinan diam, memainkan ujung kausnya. Ia tidak nyaman dengan situasi di dalam mobil. Dengan Rega yang tak juga mengeluarkan sepatah katapun. Atmosfir mobil ini terlalu canggung. Pada akhirnya, Kinan mengalihkan pandangannya ke luar kaca. Mengetahui Kean akan menjemput Kinan, Rega mengajak perempuan itu untuk menunggu di dalam mobilnya yang terparkir di depan sebuah Minimarket sisi jalan. Kacanya di turunkan sedikit untuk sirkulasi udara mereka, sedangkan mesinnya mati. "Lo... yakin Kean bakal ngejemput?" Akhirnya. Satu suara muncul untuk mengisi kecanggungan diantara mereka berdua. Kinan menoleh. "Hm?" Beberapa detik kemudian ia berkedip. "I-Iya, tadi... bilang di telfon, kok." Rega tertawa. "Lo kenapa, sih? Santai aja, kali. Nggak usah jadi canggung gitu." Kinan tersenyum kikuk. "Heh

