22

1347 Kata

10 Tahun kemudian... Kean menuruni tangga yang meliuk ke ruang makan, seraya memakaikan jam di pergelangan tangannya. Sambil menarik kursi, April menyambutnya dengan senyum tipis seraya memberikan dasi abu-abu pada cowok itu. Kean balas tersenyum. Meraih dasi-nya dan mengalungkannya dengan asal di leher. Cowok itu mengambil dua tangkup roti gandum di meja makan bersamaan dengan segelas s**u cokelat. "Maa! Sepatu aku manaaa?!" Satu pekikan dari arah dapur membuat April menoleh. "Kemarin kamu simpen dimana?" "Di rak sepatu! Tapi sekarang nggak ada?" April mendesah. "Kebiasaan, deh. Setiap pagi selalu aja ribut soal sepatu." Perempuan itu berjalan mendekati Keenan yang berjongkok di sekitar dapur. "Ngapain nyari di dapur?" Keenan berdiri menepuk celana merah-nya yang sedikit berdebu.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN