21

2729 Kata

"Kean, cepet! Udah di tunggu Om Mario!" "Iya, Iya. Bentar.." Kean berseru dari balik pintu kamarnya. Anak itu masih duduk di sisi ranjang mini-nya dengan raut wajah bingung. Sebuah gelang yang terbuat dari kepangan tali sepatu itu, lebih tepatnya. Kean menimbang sekali lagi, memilih untuk memakainya atau tidak. ... ... "Kalau Papa nggak pake, Aku juga enggak." Kean menghela nafas, memasukkan benda tersebut ke dalam laci. Setelahnya, Kean menghampiri rak untuk mengambil sepasang sepatu dan berjalan keluar setelah menutup pintu kamarnya. Langkah kaki mungil Kean terhenti. Ia malah berbelok ke arah halaman belakang, menghampiri Mama dan Kinan yang sedang duduk sambil menjemur sebagian tubuh Keenan yang polos setelah di mandikan. "Hmm, Haruuuumm.." Kean mencium rambut tipis Keenan. Men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN