Payah!

888 Kata

"Heh, mau bully gue? Mana bisa!" °°° Pagi ini Clarisa mati-matian mengumpulkan keberanian untuk pergi ke sekolah. Bukan karena takut, hanya saja ia tak ingin harga dirinya kembali diinjak-injak, tapi kalimat Leo selalu berhasil menghantuinya. "Kalau lo nyerah, sama aja lo terima dihina orang habis-habisan." "Gue ngelawan pun tetap dihina juga." "Sensasinya beda, t***l!" Gila 'kan memang dia? Gadis itu menghela napas panjang berusaha menetralisir degub jantung yang keterlaluan sekali di sana. Kaki kanannya lebih dulu melangkah disusul kaki lainnya. "Sialan! Tuh l***e berani juga datang ke sini!" Byur! Clarisa memejamkan kedua matanya sejenak membiarkan air merambat dari kepala sampai membasahi seragamnya. "Mental kuat banget gila!" "Malu-maluin anak bahasa aja lo cabe siala

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN