"Kena lempar bola basket," jelas cewek itu singkat. "Sama?" "Adek kelas." "Hahaha!" Clarisa berdecak menanggapi tawa Maya yang terkesan mengoloknya. Lalu ia sepak kaki sahabatnya yang tepat berada di samping kakinya itu hingga suara tawa yang terkesan menyebalkan tersebut hilang seketika diganti dengan ringisan kecil. "Apa-apaan sih lo!" cetus Maya sembari mengusap-usap kakinya. Clarisa mencibir lalu menyedot yogurtnya diam-diam yang dari tadi ia sembunyikan dari balik jaket yang berada di pangkuannya. Saat ini mereka sedang berada di lapangan karena sedang ada kelas olahraga. Pak Saneman, guru bertubuh besar itu tengah membacakan materi yang tak satu pun diserap oleh dua otak milik Maya dan Clarisa. Sebenarnya Maya yang paling semangat kalau masuk pelajarannya pak Saneman. Seb

