"Maya makan ya, Nak? Dari kemarin kamu gak mau makan, Mama khawatir." Tatapan Diana sendu ke arah sang putri, dia begitu khawatir. Setetes air mata membasahi wajahnya, wanita itu menangis tak mampu melihat kondisi Maya yang seperti ini. Dia beranjak lalu pergi dari ruang inap Maya. Maya sendiri masih diam, dia duduk bersandar dengan bantuan bantal. Gadis itu menatap kosong ke arah depan, kantung matanya begitu hitam. Tak ada yang ia pikirkan, dirinya hanya sibuk melamun. Entah kenapa, sepertinya mentalnya sudah terganggu. Pintu kembali terbuka, menampakkan sosok Derish di sana. Pria itu menghampiri putrinya, duduk di kursi samping brankar Maya. "Papa minta maaf, Nak. Gara-gara Papa kamu jadi begini, tapi tolong, sefrustsinya kamu tetap saja bunuh diri bukan hal yang baik," ujar Der

