Clarisa melakukan fumi kiri atau istilahnya bantingan dasar. Gadis itu menyapu kaki lawannya lalu mengambil bahunya dan menggunakan siku untuk menghancurkan wajah lawannya. Terjatuh. Sosok di belakang Clarisa tiba-tiba memegangnya tapi respon Clarisa lebih cepat. Gadis itu kembali merebut kaki lawan dengan mengambil pergelangan kaki dan dorong lalu ia putar lututnya. Teknik yang digunakan Clarisa bernama udewa. Bertepatan dengan jatuhnya kedua lawan, terdengar peluit yang ditiup oleh om David tanda berakhirnya sesi latihan. Pelatih itu menghampiri Clarisa lalu menepuk bahunya dua kali dan pergi setelahnya. Brian menghampiri Clarisa yang sekarang tengah sibuk membuka botol Aqua, terbuka, dan dia langsung meminumnya hingga tersisa setengah. "Keren," puji Brian dengan raut wajah tak

