ATHALA

1975 Kata

"Elah lama amat ketimbang lari doang!" "Nyelo setan! Gue pincang disuruh lari, otak lo what does it do?" "Mulut lo segitiga! Banyak bacot bener, udah buru lari!" Pandangan seakan menggelap, napas tak beraturan. Rasanya mau mati karena d**a terasa sesak, irama jantung bertalu-talu berusaha menerobos ke luar untuk mencari udara segar sebanyak-banyaknya. Clarisa melirik ke belakang, dari kejauhan nampak kumpulan berseragam lengkap dengan senjata masing-masing sibuk mengejar. Di posisi mencekam seperti ini ia tak bisa berpikir apa-apa lagi, yang ia tau hanya satu, lari dan terus lari. "Buru Leo!" Clarisa menarik tangan Leo hingga cowok itu ikut tertarik di belakangnya. Sumpah itu manusia one menyebalkan sekali, lari aja kek orang lagi nahan cepirit takut ketumpahan. Anjirlah. "Sa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN