Sudah berapa hari berlalu susana menyedihkan masih terasa, apalagi saat mengingat keadaan Luna yang sekarang berdiam diri di sebuah rumah sakit jiwa. Saat Clarisa memberitahu keputusannya pada Syela, adiknya itu menangis histeris, ia bahkan tak mau makan sama sekali. Tapi lagi-lagi Leo, entah apa yang ia katakan pada Syela hingga membuat adiknya itu mempu menerima kenyataan yang amat pahit. Leo ini punya daya tarik sendiri, kalimat sarkas yang ia ucapkan selalu membuat lawannya berhasil tak bisa berkutik lagi. Bahkan tak segan untuk menurut tanpa harus berpikir panjang lagi. Clarisa jadi cemas sendiri, ia takut kalau Leo khilaf menyuruh orang untuk bunuh diri dan orang itu menurut tanpa membantah. Memikirkannya membuat ngeri sendiri. “Kakak nanti kita jenguk bunda ya?” pinta Syela semba

