“Nath, sekarang kamu tahu di mana putriku tinggal?” tanya seorang pria paruh baya dengan nada khawatir. Edwin, pamannya datang pagi-pagi buta ke apartemen Nathan. Sudah tiga hari Nathan menunggu pria itu tapi tak kunjung datang, ditelepon juga tak diangkat. Betapa kesalnya Nathan pada Edwin, sekarang dia bahkan tidak tahu di mana Lina dan Amalia tinggal. Tiba-tiba Amalia resign tanpa sepengetahuannya. Wanita itu sudah berhenti dari 2 hari lalu, dan dia sama sekali tidak menyadari itu. Dia pikir, Amalia tidak bekerja karena harus menjaga adik tirinya, tapi ternyata berniat menghindari setelah tahu Lina adalah adik sepupunya. Nathan duduk diam, berpikir keras bagaimana caranya dia menemukan tempat tinggal Lina. Edwin duduk di sebelah Nathan, tidak sabar menunggu respons Nathan. Pasalnya,

