Akhirnya semua sudah selesai dan telah disepakati tentang persoalan gaun pernikahan. Sebelum pulang, Leviana dan Aldo diajak untuk minum teh bersama. Sebelumnya Aldo memaksa pulang, tapi dengan bujukan Leviana, akhirnya Aldo menurut. Sambil meminum teh, Leviana dan Farah berbincang-bincang ria. Kenangan dahulu begitu banyak sampai rasanya seharian pun tidak cukup menceritakan semuanya. Sedari tadi, Farah memperhatikan gerak-gerik Aldo. Pria itu tidak nyaman berada di sini, dan Farah bisa melihat itu. “Lev, kita pulang aja. Udah hampir malem nih,” ajak Aldo bangkit dari duduknya. Kali ini, keputusannya tak terbantahkan. Bukan ajakan melainkan desakkan pulang. Leviana mengangguk menurut. Dia bangkit tapi tiba-tiba kaki terkilir, membuat wanita itu terjatuh ke lantai. Farah panik, dengan

