Bab 16

1583 Kata

“Ara?!” Mendengar panggilan itu, refleks Leviana dan Raira menoleh ke sumber suara. Di sana ada seorang pria dewasa bertuxedo hitam berdiri di jarak beberapa meter dari tempat mereka duduk. Aura pria itu sangat menyeramkan, Leviana tak bisa berkutik melihatnya. Raira melirik Leviana sekilas lalu bangkit berlari ke arah pria itu. “Kakak? Kenapa tiba-tiba datang ke sini? Seharusnya Kak Dev menghubungiku dulu,” Raira bertanya dengan wajah kaget sekaligus takut. Leviana bangkit dari duduknya. Saat pria itu menatap ke arahnya, dia melempar senyuman kikuk. Pria itu mengalihkan pandangannya ke arah Raira sementara Raira tak berhenti-berhenti menatap Leviana, lewat tatapan, Raira seperti memberikan isyarat untuk tetap tenang. Semakin takutlah Leviana diberi isyarat seperti itu. Dalam benak dia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN