Bab 41

1574 Kata

Aldo masuk ke dalam kamarnya, kemudian merebahkan tubuhnya di ranjang. Dia menutup matanya, menjernihkan segala pikiran dan beban yang bertumpuk di kepalanya. Hari-hari dia selalu menyiapkan diri untuk melangkah ke pernikahan. Ikatan pernikahan itu bukanlah perkara yang mudah. Harus siap mental karena ke depannya akan lebih sulit. Ceklek Pintu kamar mandi terbuka, refleks kelopak mata Aldo terbuka. Dia bangkit, melihat ke arah kamar mandi. Sontak saja matanya membulat kaget, karena ada seorang wanita memakai handuk bajunya. Wanita itu menarik-nari sambil mengibas-ngibaskan rambutnya, belum menyadari kalau sedari tadi Aldo ada di sini menatapnya. “Leviana?!” panggilnya kaget, tidak hanya Aldo bahkan Leviana pun terlonjak kaget. Leviana menelan salivanya kasar, dia menatap ke bawah. Un

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN