Bab 42

1556 Kata

Nathan bergeming, mengamati suasana kantor di jendela kaca. Mentang-mentang sedang istirahat, karyawannya seenak hati membuat kericuhan. Beberapa karyawan asyik bergosip sambil membaca surat undangan. Surat undangan itu merupakan surat undangan pernikahan antara Leviana dan Aldo. Dia muak dengan semua ini. Suara pintu terketuk, Nathan membalikkan badannya. Netranya langsung tertuju ke arah pintu ruangan. Dia memberi interupsi, memberikan izin masuk. Leviana, masuk ke dalam ruangannya. Wajahnya cerah berseri-seri, di tangannya sudah ada surat undangan bermotif batik. Langkah ringan wanita itu terangkat mendekati Nathan. “Selamat siang, Pak. Minggu depan, saya menikah. Saya harap Bapak menghadiri acara pernikahan saya,” kata Leviana sambil menyodorkan surat undangannya. Nathan tidak sang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN