Leviana tidak pernah membayangkan resepsi pernikahan akan selelah ini. Acara pernikahannya berakhir sampai malam hari, tapi tepat jam lima sore tubuhnya sudah lemas. Rasa lelah ini hanya terjadi sekali seumur hidupnya. Walau lelah, Leviana tetap memaksakan memberikan senyuman terbaik kepada tamu undangan. Di antara banyaknya tamu undangan yang hadir, pandangan Leviana tertuju pada sepasang suami istri yang baru saja datang. Leviana tersenyum bahagia menyambut kedatangan mereka. Namun, bukan hanya mereka yang menjadi sorot utama tapi dia masih mencari-cari seseorang. Cristian dan Qeyla—kedua orang tua Nathan datang, berjalan menghampiri panggung taman pengantin. Saat kaki mereka menaiki tangga pendek, Leviana berdiri. Senyuman indah menawan dia lemparkan ke dua orang yang sangat dia sayan

