Semenjak kedatangan orang tua Nathan ke negara ini, Nathan memutuskan tinggal di rumah untuk sementara waktu. Dua hari lagi pernikahan Leviana dilangsungkan, kemarin wanita itu sudah meminta izin cuti sampai seminggu ke depan. Semakin hari Nathan semakin gelisah, bingung dengan apa yang harus dia lakukan. Pada nyatanya, semua hal yang dia bingungkan tidak berarti apa pun. Memantau sosial media wanita itu hanya memperburuk kondisi hatinya. Nathan duduk di kursi sambil memandang jernihnya air kolam. Pandangannya kosong hanyut ke dalam keindahan kolam yang baru tadi pagi dikuras airnya dan diganti dengan air baru. Terlihat mengkilap, terkena pantulan sinar matahari. Seseorang menyentuh bahunya, refleks Nathan menoleh. Di sana ada Cristian—ayahnya—sebelah tangannya masih memegangi bahunya

