“Di mana Aldo, Lev?” Baru saja pintu rumah dibuka, Leviana sudah dilempar pertanyaan. Refleks kakinya melangkah mundur. Kevino, ya, orang yang bertanya itu Kevino. Lama sekali dia tidak bertemu dengan Kevino. Tiba-tiba pria itu datang dan mengejutkannya. “Ka—Kak Kevin?” gagapnya. Tatapan Kevino begitu tajam dan mengintimidasi, seolah dia adalah tersangka utama. “Ke-kenapa Kakak tiba-tiba dateng ke sini? Apa ada se-sesuatu?” Leviana kembali bertanya, tanpa menatap wajah sang kakak. Dia memilih menatap ke arah lain, melalui tatapan Kevino bisa menebak suasana hatinya. Sama seperti Nathan, bedanya Kevino lebih unggul menebak tanpa meleset. Kevino meraih dagu adiknya, membuat Leviana menatapnya. Banyak sekali pertanyaan yang mesti dijawab agar tidak menimbulkan kerumitan dalam pikirannya

