Leviana menghirup udara dalam-dalam, berjalan santai sambil bersapa dengan teman-teman kantornya. Kantor ini tak lagi sama seperti sebelumnya. Di mana jika terjadi keributan atau suasana ricuh, Nathan langsung memarahinya lewat mikrofon. Edwin, pengganti Nathan sekaligus paman Nathan berbeda. Beliau tidak ambil pusing, memilih menyuruh bawahannya untuk mengatur segala hal di kantor. Memang sudah seharusnya, tugas atasan banyak dan mengomel bukanlah tugas atasan. Beda dengan Nathan, semua pekerjaan Nathan ambil alih seolah pria itu mampu melakukan semuanya sendiri. Pintar menebak situasi, ya, Nathan pandai dalam hal itu. Kesedihan yang dia tutupi akhirnya ketahuan oleh Nathan. Namun, hal itu tidak berlangsung lama. Setelah dia memberitahukan konflik kecil yang terjadi antara Aldo dan diri

