Sepertinya, Alex sudah tidak sabar lagi ingin berjumpa dengan calon adik bayinya. Buktinya, bocah berusia lima tahun itu terus merengek minta di antar ke tempat sang calon adik. Tak peduli jika ayahnya saat ini masih mengemasi barang-barangnya yang harus mereka bawa. Bocah itu terus menyeret tangan Jefry untuk keluar dari kamar. “Ayo... kita berangkat sekarang...” katanya tak sabar. “Iya, sebentar Alex. Papa masih harus mengemasi barang-barangmu,” tolaknya halus. Bocah itu tampak mengerucutkan bibir, sambil menatap ayahnya kesal. Menghela napas panjang, Jefry terpaksa harus meninggalkan pekerjaannya sejenak untuk menghibur putranya. “Gimana kalau Alex main dulu di bawah, nanti kalau udah selesai berkemasnya, kita langsung berangkat.” katanya. Pun bocah itu tampak mengangguk patuh, me

