Pagi ini, Mita terbangun dan mendapati suaminya tengah tertidur lelap di sampingnya. Tidak ada lagi tendangan bebas yang penah Mita berikan, dulu di awal pernikahan pertama meraka. Juga tidak ada perdebatan panjang dimana mereka harus membagi ranjang mereka menjadi dua bagian yang dipisahkan oleh bantal guling di tengah-tengah mereka. Atau pun, drama panjang membersihkan gudang untuk dijadikan kamar tidur Mita. Di pernikahan kedua ini, tak akan ada hal seperti itu lagi. Bahkan mereka hanya cukup satu bantal saja karena pada kenyataannya lengan Jefry lebih nyaman dari apapun itu. Mita tersenyum bahagia menatap wajah tampan Jefry yang terlihat begitu damai, dengkur halusnya terdengar menenangkan. Bahkan, detak jantung lelaki itu seperti irama musik pengantar tidur yang membuat Mita enggan

