Hari-hari berikutnya kembali berjalan normal dan sangat menyenangkan. Jefry kembali pada rutinitasnya, mengajar di kampus. Sambil merintis usaha barunya. Alex juga telah kembali ke Jakarta bersama Ibu Salamah dan Pak Malik, melanjutkan sekolah yang tinggal beberapa bulan lagi. Sedangkan Mita, di usia kehamilannya yang sudah tua ini, ia tak diizinkan lagi untuk pergi ke kampus. Sehari-hari hanya berdiam diri di rumah ditemani Mak Anggi. Menyentuh pekerjaan rumah pun tak diizinkan. Jefry lebih protektif lagi menjaga Mita. Tak ingin sesuatu yang buruk menimpa anak istrinya. Selain itu, sebagai suami siaga, Jefry tak pernah absen mengirim Mita pesan. Meski hanya pesan-pesan sederhana seperti menanyakan apa saja yang dilakukan Mita saat di rumah. Apakah Mita sudah makan, atau belum. Atau Mita

