Sudah berhari-hari berlangsung, semenjak mimpi buruk itu muncul menghantui malam Jefry. Lelaki itu sampai tak berani memejamkan kelopak mata bahkan untuk sedetik pun. Setiap pergerakan yang dilakukan Mita seperti momok tersendiri baginya. Seperti halnya malam ini, saat Mita hendak pergi ke kamar mandi, lelaki itu spontan bangkit dari posisinya. Tangannya dengan cepat meraih tangan perempuan itu seraya berkata: "Yang, kamu mau pergi kemana?" ucapnya khawatir. "Mau ke kamar mandi, Bang. Bentar." pamitnya. Dan bukan kembali pada posisinya, Jefry justru turut beringsut dari atas tempat tidurnya dan menunggu perempuan itu di luar pintu kamar mandi. Memastikan jika perempuan itu benar-benar pergi ke kamar mandi saja. Usai dari kamar mandi Mita sontak terkejut melihat suaminya berdiri menun

