“Jadi kamu udah ketemu sama Mita? Terus gimana keadaannya? Apa dia baik-baik aja? apa dia masih marah sama kamu? Kenapa kamu nggak ngehubungi Mama? Kan kamu udah janji kalau ketemu Mita, kamu mau langsung hubungi Mama.” Kurang lebih seperti itulah Ibu Salamah mencecar putranya saat Jefry bercerita tentang kehidupannya selama di Malang. Alex masih tertidur di kamarnya saat mereka mengobrol di depan kamar bocah itu. Ibu Salamah tampak mendengus kesal, sambil melipat kedua tangannya sebal. Seharian ini memang sangat melelahkan, ditambah beban pikiran yang sukses membuat mereka tidak bisa tidur semalam. Namun begitu Jefry berhasil membawa pulang putra sulungnya itu, lelah dan penat itu seolah menguap begitu saja. Melegakan. Seperti baru saja terbebas dari kekang. Namun, tidak bagi Jefry ma

