Bab45

1648 Kata

Setelah menempuh perjalanan udara kurang lebih satu jam lamanya dari kota Malang ke Jakarta. Akhirnya, Jefry pun tiba di rumah Ibu Salamah. Keadaan di dalam terlihat begitu kacau. Jerit tangis Ibu Salamah mendominasi ruang tengah setelah lelaki itu semakin masuk ke dalam. Di samping Ibu Salamah juga duduk Rania dan seorang perempuan yang Jefry duga adalah pengasuh Alex. “Jefry…” Ibu Salamah kian menjerit melihat kedatangan putranya. Sedang, lelaki itu tampak menatap nyalang ke arah Rania. “Maaf.” lirih perempuan itu membuka suara. Tatap mata lelaki itu seolah mengintimidasi dan menuntut penjelasan Rania secepatnya. “Maaf saja tidak cukup.” Sentak Jefry. “Apa saja yang kamu lakukan sampai anak kandungmu sendiri menghilang dari rumahmu?” tanyanya. “Apa kamu hanya peduli dengan pekerjaa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN