Permainan

1076 Kata
Aldi menatap pada istrinya yang menunduk takut itu. Aldi meraih tubuh Zahra masuk ke pelukannya. "Maafkan aku, aku sebagai suami tidak memperhatikan kebutuhanmu. Kamu tidak akan melakukan dosa itu jika aku peduli pada kebutuhanmu. Maafkan aku." ucap Aldi sangat menyesal telah membiarkan Zahra berusaha sendiri memenuhi kebutuhan batinnya. Zahra mendorong pelan tubuh Aldi, keluar dari pelukan itu untuk menatap suaminya. "Kak Aldi tidak marah?" tanya Zahra, dan direspon dengan gelengan kepala sambil tersenyum. "Apa kamu sudah menonton semuanya?" tanya Aldi kembali menatap pada laptop Zahra. "Belum, aku tidak berani menonton yang ini dan ini, kalau yang ini paling sering." sahut Zahra menunjuk ke beberapa file video. "Baiklah, aku jadi penasaran permainan apa yang menjadi favoritmu." ucap Aldi sambil tersenyum pada Zahra dan mulai memutar video yang sering Zahra tonton. Aldi melepaskan kancing teratas dari kemejanya dan menggulung lengan bajunya setengah. Keduanya mulai mengambil posisi nyaman untuk duduk di sofa sambil menonton video itu. Adegan demi adegan romantis terus mereka saksikan, sambil sesekali saling menatap dan mengecup bibir. "Aku suka posisi ini, kak." ucap Zahra saat pasangan dalam video itu mulai bergaya terbalik, kaki sang wanita berada di kanan kiri kepala pria dan begitu sebaliknya dengan kaki sang pria. "Kamu mau mencobanya?" tanya Aldi. "Sebaiknya aku membersihkan diri dulu kak." sahut Zahra dan langsung berlari ke kamar mandi, sedangkan Aldi tersenyum dan lanjut menonton video. "Mama...." panggil Hana dari depan pintu kamar mereka. Aldi segera menutup laptop dan menyimpan kotak Zahra ke dalam lemari. Lalu segera membuka pintu bagi Hana. "Papa?" panggil Hana dengan bingung, melihat ayahnya sudah ada di rumah siang hari ini. "Hai, kesayangan papa." sapa Aldi menyambut putri kesayangannya. Hana segera memeluk kaki Aldi, dan segera diangkatnya tubuh kecil itu. "Mama?" tanya Hana, lalu Aldi membawanya masuk ke dalam kamar. "Mama sedang di kamar mandi, tunggu sebentar ya." sahut Aldi dan Hana mengangguk menuruti perkataan Aldi. Aldi menurunkan Hana ke atas tempat tidur, gadis kecil itu segera meraih remote televisi dan menyalakan siaran yang dia sukai. Tidak lama kemudian Zahra selesai membersihkan diri, namun karena Aldi lupa memberitahu kedatangan Hana di kamar itu, jadilah Zahra keluar dari kamar mandi hanya menggunakan lingerie terbukanya. Zahra langsung kembali masuk ke kamar mandi seketika melihat Hana ada di atas tempat tidurnya. Zahra segera memakai bathrobe dan kembali keluar dari kamar mandi. "Hana, kapan masuk ke sini?" tanya Zahra. "Sekitar sepuluh menit yang lalu." Aldi yang menjawab pertanyaan Zahra. Zahra menghampiri tempat tidur, dan mengecup pipi Hana. "Mama, kenapa mandi?" tanya Hana. "Mama kepanasan, tadi kan mama masak untuk makan siang." sahut Zahra menutupi hal yang sebenarnya. "Maaf ya...." sesal Aldi. "Tidak apa, kak. Hana sebentar lagi juga mengantuk, karena tadi setelah makan siang dia langsung minum obatnya. Apa kak Aldi buru-buru kembali ke kantor?" sahut Zahra. "Tidak, ada Askara di kantor yang bisa diandalkan." ucap Aldi dan Zahra tersenyum lebar. Ucapan Zahra sangat benar, beberapa saat kemudian Hana memang sudah terlelap. Aldi mengangkat tubuh Hana, dan memindahkannya ke kamar Hana di sebelah. Zahra sudah melepaskan bathrobe, dan hanya memakai lingerie, sambil duduk bersandar di atas tempat tidur. Aldi yang kembali ke kamar langsung tergoda hasratnya. "Aku ambil laptop dulu ya." ucap Aldi lalu kembali mengambil laptop dan kotak rahasia Zahra. "Apa kamu ingin aku memakaikan alat ini ke tubuhmu juga?" tanya Aldi saat kembali mendekat ke atas tempat tidur, Zahra hanya mengangguk tersenyum malu-malu. Aldi segera menyalakan kembali video dewasa itu, dan mulai melepaskan pakaian dan celana panjangnya. Aldi mendekati kaki Zahra, mulai membuka kedua kaki itu ke kanan dan kiri, mengecupnya dari ujung jari terus naik menuju ke ujungnya. "Sangat indah, Zahra." puji Aldi namun sengaja menghindarinya dan segera naik menindih tubuh Zahra. Aldi mencium bibir istrinya dengan lembut, semakin membangkitkan hormon wanita Zahra. Sementara bibir itu terus memberi kelembutan pada Zahra, tangan Aldi membuka ke samping celana Zahra di bawah sana, lalu menghentakkan alat main Zahra ke dalamnya. Zahra mengerang dalam ciuman mereka, namun semakin membuat Aldi tersenyum. Aldi mulai menyalakan alat main itu, bergetar dalam diri Zahra, sementara bibir Aldi semakin turun ke bawah, menikmati setiap lekukan tubuh Zahra, berusaha memberikan istrinya nafkah batin yang terbaik. Zahra terus mengerang dan mendesah menyebut nama Aldi, sehingga Aldi semakin menggebu dan terobsesi terhadap seluruh tubuh Zahra, bahkan setelah puncak kesenangan pertama telah diraih oleh Zahra, kini Aldi mencoba gaya permainan favorit Zahra seperti yang ada di video. Keduanya semakin saling memberi, saling mengerang bahkan suara mereka beradu dengan suara pasangan yang ada di video, dengan posisi gaya permainan yang sama dengan yang ditampilkan video saat ini. Zahra semakin dibuat gila oleh Aldi, karena suaminya sangat memberikan semua keinginan batinnya selama ini. Aldi melayani kebutuhan batin Zahra dengan sempurna, hingga beberapa kali Zahra berteriak kenikmatan. Aldi sungguhlah beruntung memiliki Zahra sebagai istrinya. Istrinya bukanlah wanita egois yang hanya memikirkan kesenangan dan kebutuhan dirinya sendiri. Kini setelah beberapa kenikmatan didapatkan oleh Zahra, wanita itupun mendorong Aldi berbaring ke tempat tidur dan dia segera duduk di atas perut suaminya. "Kak, aku juga ingin melayanimu." bisik Zahra sambil menjilat telinga Aldi lalu ke bagian tubuh lainnya. Aldi mengerang di semua inisiatif Zahra siang ini. Istrinya sungguh agresif dan berani mengeksplore segala bagian tubuh sensitif Aldi, memberikan ketegangan pada tubuhnya semakin menggila hingga akhirnya puncak kerileksan berhasil dicapai oleh Aldi. Keduanya terus melanjutkan bahkan sampai ke video-video lainnya, hingga awan mulai berwarna jingga. "Mama...." panggil Hana dari depan pintu, membuat keduanya akhirnya berhenti dengan senyuman lebar. "Biar aku yang membukanya, kamu bersihkan diri dulu." ucap Aldi. Keduanya seakan masih memiliki tenaga setelah beberapa jam aktivitas gila mereka sebagai suami istri. Zahra segera memungut dan merapikan pakaian-pakaian mereka di lantai, lalu berjalan ke kamar mandi dengan tubuh polosnya tanpa malu di hadapan suaminya. Aldi hanya tersenyum menatapnya sambil memakai kaos dan celana pendeknya. "Hai kesayangan papa." sapa Aldi saat membuka pintu kamar bagi Hana. "Mama...." sebut Hana menanyakan keberadaan ibunya. "Mama sedang mandi. Bagaimana kalau kita main sambil menunggu mama selesai mandi?" sahut Aldi dan langsung membuat putrinya senang. Aldi segera menggendong Hana menuju ke kamar putrinya itu. Beberapa saat kemudian Zahra masuk ke kamar Hana, tersenyum lebar melihat suami dan anaknya sedang tertawa bermain tebak nama binatang. "Kak, mandi dulu. Aku juga akan memandikan Hana." ucap Zahra. "Zahra, sepertinya kita harus main ke rumah Askara, sambil membawa sesuatu sebagai permintaan maaf. Sejak siang tadi aku meninggalkan kantor tanpa sepengetahuan Askara, aku jadi tidak enak hati karena membuatnya menghadiri rapat dengan investor seorang diri." usul Aldi. "Baik, kak. Hana juga pasti senang bisa bertemu dan bermain dengan Yoga." sahut Zahra setuju. ****
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN