10. Crisis Addison Group

2241 Kata
Terjadi kebakaran hebat yang menimpa Swissbell Hotel milik perusahaan raksasa, Addison Group. 5 lantai di hotel Swissbell tiba-tiba terbakar semalam, dugaan sementara kebakaran di sebabkan karena adanya kerusakan kabel yang menyebabkan arus pendek listrik sehingga menimbulkan ledakan. Belum bisa di pastikan berapa kerugian yang di derita oleh Addison Group. Korban jiwa saat ini mencapai 55 orang. Klik Harga saham Addison Group terus menurun, seiring dengan bertambahnya korban pada kebakaran Swissbell hotel yang terjadi pada hari jum’at dini hari. Klik Polisi masih terus menyelidiki peristiwa naas yang menimpa Swissbell hotel. Klik Kantor Addison Group terpantau sepi dari para pekerja, apakah mereka memberhentikan operasional pekerja untuk menghindari pendemo? Klik Ratusan pendemo memenuhi kantor Addison Group sejak semalam, mereka menuntut pertanggung jawaban perusahaan atas keluarga mereka yang menjadi korban peristiwa kebakaran Swissbell Hotel. Klik Polisi menilai kejadian yang merenggut 55 korban jiwa itu, bukan karena kesengajaan. Klik Korban dari kebakaran Swissbell hotel terus bertambah. Klik Penyebab kebakaran Swissbell hotel bukan karena arus pendek listrik melainkan karena ledakan gas yang berasal dari dapur yang berada di lantai 8. Klik Sampai dengan detik ini, pihak Addison Group masih belum memberikan keterangan atas musibah yang menimpa salah satu hotel bintang 5 mereka. Klik Bursa Efek memantau pergerakan saham Addison Group yang terus menurun. Klik Kemana larinya para investor dari Addison Group? Klik Keluarga korban menuntut pertanggung jawaban, bukan hanya uang ganti rugi. Klik Swissbell hotel masih belum kembali beroperasi hingga sekarang, pasca 7 hari sejak kejadian kebakaran yang menimpa Swissbell hotel jum’at kemarin. Klik Langkah apa yang akan di ambil Addison Group untuk menyelesaikn masalah ini? Klik Apakah hotel berbintang lima sekelas Swissbell hotel tak menjalankan standar operasional prosedur/SOP  dengan benar? sehingga musibah kebakaran yang menewaskan 66 orang itu harus terjadi? Klik Robert terus mengganti chanel televisi yang semuanya menayangkan tentang berita kebakaran yang menimpa Swissbell Hotel tadi malam, karena ini adalah salah satu cara Robert untuk menjadikan Arthur terdesak, dengan membuat media dan para warga New York menjadikan peristiwa terbakarnya Swissbell Hotel menjadi pusat perhatian. "Apakah ada kemajuan lagi David?" tanya Robert sembari menyesap winenya dengan santai. "Tuan Nelson kehilangan tender dengan Tuan Barack Obama untuk pembuatan Mansion barunya, dan Paris Hilton Group membatalkan kontrak kerja sama mereka,’’ jelas David tanpa mengalihkan tatapan matanya dari tablet yang sedang dibawanya. ‘’Lalu bagaimana dengan perkembangan kasusnya?’’ ‘’Polisi mulai menemukan beberapa kecurigaan dengan penyebab kebakaran. Tetapi saya sudah membereskan semuanya. Mungkin ini sesuatu yang tak terduga karena bukan hanya kita yang ingin menyabotase hotel milik Addison Group itu," jelas David sembari menatap Robert dengan ekspresi yang sulit di artikan. ‘’Jika tau akan ada orang lain memiliki tujuan yang sama, seharusya kita tidak perlu repot untuk terlibat,’’ kekeh Robert. ‘’Tapi anda tak perlu khawatir, karena kubu kita bersih berkat Vincent.’’ ‘’Apa kamu sudah mencari tahu siapa dalang yang meledakan lantai 5 Swissbell Hotel? Akan berbahaya jika mereka juga mengetahui langkah kita.’’ Robert menatap David dengan serius. ‘’Sejauh ini kami belum menemukan jawabanya Tuan, namun kecurigaan kami mengarah pada City Group. Karena satu bulan yang lalu, Tuan Nelson berhasil mengakuisisi sebagian saham mereka dan mengambil sebagian kepemilikan anak perusahaan dari City Group.’’ ‘’Bagaimana bisa?’’ tanya Robert penasaran. ‘’Dari berita yang beredar di kalangan investor, mereka melakukan taruhan.’’ ‘’Kekanakan!’’ cibir Robert dengan ekspresi mengejek. ‘’Mereka sudah bermusuhan sejak lama. Dan selain anda, City Group juga menginginkan tanah yang berada di Stamford. Dan sepertinya pihak Addison memenangkan tender bukan karena mereka menginginkan tanah itu, melainkan karena City Group juga menginginkanya. Namun ini hanya spekulasi saya saja.’’ ‘’Sudahlah aku tak ingin mendengar drama murahan tentang mereka. Lalu apakah ini pertama kalinya City Group berusaha menyabotase aset milik Addison Group?’’ tanya Robert lagi. ‘’Tidak Tuan, mereka terpantau beberapa kali berusaha melakukan kecurangan namun ini pertama kalinya mereka berhasil setelah berulang kali percobaan yang gagal.’’ ‘’Bagaimana bisa?’’ ‘’Karena kita telah berhasil menyabotase keamanan Swissbell Hotel. Bisa dibilang keberhasilan mereka adalah rencana yang tak sengaja. Karena kebetulan di lakukan di waktu yang sama dengan yang kita lakukan. Mereka berhasil meyusup karena kita yang lebih dulu menyabotase keamanan Swissbell Hotel.’’ ‘’Jadi kegagalan mereka karena faktor keamanan?’’ ‘’Benar.’’ ‘’Lalu bagaimana dengan Jeslyn?’’ ‘’Nona Jeslyn terpantau masih menjalankan aktifitasnya seperti biasa. Beliau masih tetap bekerja untuk Fifth Avenue Restaurant. Menurut informasi yang saya dapatkan, Nona Jeslyn tak pernah ikut campur dalam menjalankan Addison Group. Dirinya hanya berfokus pada restoran yang baru dirinya dirikan itu.’’ ‘’Apakah awak media masih tidak ada yang mengetahui identitasnya?’’ ‘’Sejauh ini saya rasa belum ada yang tau, jika dilihat dari Nona Jeslyn yang tidak terpengaruh aktifitasnya paska kejadian yang menimpa Swissbell Hotel.’’ ‘’Bagus kalau begitu, aku mau dia tidak terlibat terlalu banya,’’ gumam Robert tanpa sengaja. ‘’Apakah anda takut jika Nona Jeslyn akan terluka?’’ celetuk David. Robert hanya terdiam tak berniat menjawab pertanyaan David. ‘’Pastikan City Group tak menyentuh Fifth Avenue Restaurant!’’ perintah Robert dengan tegas. ‘’Selama pemantauan, kami beberapa kali memergoki beberapa orang dari City Group yang mengawasi restoran. Namun karena mereka tak pernah menyentuh Nona Jeslyn atau terpantau melakukan gerakan yang mencurigakan maka kami masih membiarkanya. Saya rasa mereka tidak tau jika pemilik Fifth Avenue Restaurant adalah putri bungsu dari Tuan Arthur. Mereka memantaunya karena keluarga Addison terpantau sering makan di sana, mungkin mereka hanya berfikir jika restoran itu hanyalah restoran langganan keluarga Addison saja,’’ jelas David. ‘’Aku tak mau mengambil resiko, lenyapkan saja mereka!’’ perintah Robert tak mau terbantah. ‘’Bukankah itu hanya akan menimbulkan kecurigaan di kubu City Group? Itu hanya akan menegaskan Fifth Avenue Restaurant memiliki sesuatu yang di lindungi oleh Addison Group,’’ saran David. ‘’Aku lebih baik meminimalisir resiko sebelum mereka tau identitas Jeslyn yang sebenarnya.’’ ‘’Jadi benar, anda tak mau Nona Jeslyn terluka?’’ sindir David dengan raut mengejek. ‘’Kau tak perlu ikut campur urusanku David!’’ sarkas Robert tidak terima. ‘’Segala keputusan yang anda perintahkan bukan hanya akan menyangkut diri anda saja Tuan, saya hanya sekedar mengingatkan,’’ jawab David kembali serius, yang menegaskan jika tak setuju dengan keputusan Robert. ‘’Lalu apa yang akan kamu lakukan?’’ ‘’Kami akan meninjau ulang apa tujuan mereka memantau restoran. Jika memang gerakan mereka mencurigakan baru kami akan menindak lanjuti untuk menyingkirkan mereka.’’ ‘’Mungkin aku juga akan memantau gerakan City Group mulai sekarang, mereka juga bisa saja menghancurkan rencanaku pada Addison Group di masa depan. Aku tak ingin menambah halangan di tengah jalan,’’ balas Robert. ‘’Bagaimana dengan rencana anda yang akan menaklukkan Nona Jeslyn?’’ David menanyakan janji Robert tempo hari untuk menaklukan Queen. ‘’Akan aku realisasikan di waktu yang tepat,’’ jawab Robert dengan percaya diri, yang hanya dibalas anggukan kepala oleh David. "Lalu kapan aku bisa bertemu dengan Nelson?" tambah Robert. ‘’Sejauh ini Addison Group belum membuka peluang untuk menjual aset dan sahamnya. Kita belum memiliki celah untuk masuk, Tuan,’’ jawab David. ‘’Bagaimana dengan para investor mereka?’’ ‘’Belum ada investor yang memilih untuk menjual saham mereka. Mereka masih tetap bertahan meskipun nilai saham terus turun. Sejauh ini, kerugian Addison Group karena beberapa investor yang membatalkan kerja sama, bukan karena penjualan saham yang besar-besaran.’’ ‘’Haruskah mereka sekeras kepala ini!’’ kesal Robert karena rencananya berlalu begitu lambat. Robert tak habis fikir bagaimana cara Addison Group mempertahankan para investor yang begitu setia pada perusahaan meski di tengah krisis seperti sekarang. ‘’Tetapi, setidaknya mereka masih meninjau ulang untuk pengajuan kerja sama kita untuk persewaan tanah mereka yang berada di Stamford.’’ ‘’Jika bukan karena memiliki tujuan pada Addison Group, aku bahkan lebih dari mampu untuk mendirikan pabrikku sendiri tanpa harus menyewa!’’ kesal Robert ‘’Harus ada pengorbanan untuk setiap tujuan, Tuan.’’ Robert yang awalnya menginginkan sebuah tanah seluas 60 hektar yang berada di pinggiran kota Stamford di Connecticut untuk mendirikan pabrik senjata pertamanya di Amerika. Namun Robert gagal mendapatkan tanah yang di anggap sangat cocok untuk pabrik senjatanya itu, sebab Addison Group telah berhasil memenangkan tender karena mereka menawarkan harga yang lebih besar untuk tanah tersebut. Oleh sebab itu, Robert merubah rencana pembuatan pabriknya di Amerika dan akan mendirikan pabrik di Inggris saja. Namun karena kasus kebakaran yang menimpa Swissbell hotel, membuat Addison Group membutuhkan suntikan dana dari para investor baru, karena mereka telah kehilangan beberapa investor besar mereka yang lama. Addison Group tiba-tiba menawarkan penyewaan atas tanah yang baru di belinya itu yang berada di Stamford. Hal ini di manfaatkan oleh Robert untuk bergabung dengan Addison Group, Hamilton Group sengaja menawarkan kerja sama pada Addison Group yang notabene adalah sebuah perusahaan di bidang property, untuk bertanggung jawab penuh atas pembuatan pabrik senjatanya yang baru di atas tanah yang di miliki oleh Addison Group yang berada di Stamford.  Hamilton Group jelas lebih dari mampu untuk membeli tanah dan membangun pabriknya sediri, namun Robert melakukan ini untuk sebuah tujuan. Dan dengan terpaksa, Robert mengundur untuk mendirikan pabrik barunya di Manchester, Inggris. Terlebih Robert juga belum mendapatkan tanah yang cocok dan sesuai untuk pabrik senjatanya di Inggris. ‘’Siapa lawan kita untuk mendapatkan tanah di Stamford ini?’’ Robert sebelumnya sudah mengajukan untuk membeli tanah yang berada di Stamford ini pada pihak Addison Group, namun mereka menolak dan lebih memilih untuk menyewakan saja. ‘’Sejauh ini baru ada 5 perusahan termasuk Hamilton Group. Namun saya telah membereskan sisanya. Dan sekarang hanya kita yang bertahan, namun saya membuat seolah kita tak terlalu berminat untuk kerja sama ini. Mereka akan menganggap jika kita hanya ingin membantu Addison di kala krisis.’’ ‘’Apakah City Group mengajukan diri?’’ tanya Robert. ‘’Tidak Tuan, karena sepertinya Addison Group memblack list City Group dari daftar calon investor.’’  ‘’Apakah belum ada investor lagi yang tertarik dengan kerja sama ini?’’ ‘’Belum ada, karena dana yang di butuhkan Addison Group di nilai terlalu besar. Mereka masih belum mempercayai Addison Group sebelum masalah Swissbell hotel terselesaikan.’’  ‘’Dan sampai sekarang Nelson masih saja bungkam? Siapa lagi yang dia harapkan untuk membantunya di kala krisis seperti sekarang?’’ ucap Robert dengan heran. ‘’Mungkin mereka memiliki strateginya sendiri, bukankah seperti yang sudah kita perkirakan jika menghancurkan Addison Group tak akan mudah. Jika bisa, mereka tak akan sebesar seperti sekarang. Mereka jelas memiliki trik dalam menghadapi krisis seperti sekarang.’’ ‘’Tapi aku tidak mau tau David! Aku ingin segera bisa menyusup di antara mereka. Lakukan segala cara untuk itu. Terus desak mereka untuk mengambil keputusan besar. Segera sebarkan berita provokasi dan konspirasi tentang mereka!’’ ‘’Baik Tuan, akan segera saya laksanakan.’’ ‘’Kau boleh pergi!’’ David menunduk sopan dan berlalu meninggalkan Robert. Seperginya David, Robert menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa sembari menatap langit-langit kamarnya. Aku tidak akan menyerah Queen, aku tidak pernah mundur dari apa yang sudah menjadi tujuanku. Meskipun aku tau itu bukan suatu perkara yang mudah. Baru David meninggalkan kamar Robert 5 menit yang lalu, namun pria itu kembali menghampiri Robert dengan raut wajah penuh kepuasan. ‘’Apakah ada kabar baik?’’ tanya Robert tanpa basa-basi. ‘’Pihak Addison Group baru saja menghubungi kita, jika mereka akan meninjau ulang untuk pengajuan kerja sama yang telah kita ajukan,’’ jelas David dengan wajah puas. ‘’Bagus, itu tandanya mereka mulai terdesak.’’ Robert menunjukan seringaian penuh kepuasan. ‘’Namun ada sedikit kendala, Tuan,’’ tambah David yang membuat ekspresi Robert sekerika mengkeruh. ‘’Jelaskan!’’ ‘’Karena nilai yang kita ajukan tidak sebanding dengan yang mereka butuhkan, mereka meminta untuk mengajuan kenaikan nilai kerja sama pada kita. Apakah kita harus menyetujuinnya?’’ ‘’Seperti yang aku perkirakan, meskipun kita bukan pihak yang mengajukan kerja sama dengan nilai yang tertinggi, namun mereka terpaksa menerima sebab hanya kita yang bertahan.’’ ‘’Apakah kita akan menyetujuinya?’’ ‘’Kapan mereka menjadwalkan untuk bertemu?’’ seringaian Robert kembali terbit. "Besok pukul 15:00 di kantor Addison Group, anda di jadwalkan untuk bertemu dengan Tuan Nelson." ‘’Katakan pada mereka, jika kita masih akan memikirkanya lagi jika melihat kondisi perusahaan Addison Group yang sekarang. Jika besok aku bersedia untuk bertemu, maka kita akan mengkonfirmasi 1 jam sebelumnya dengan jaminan kita akan menyetujui permintaan kenaikan nilai kerja sama sesuai dengan yang mereka inginkan. Namun jika kita memutuskan untuk menolak kenaikan nilai kerja sama ini, maka aku tak akan datang sesuai dengan jadwal yang telah di tentukan,’’ jelas Robert dengan tersenyum lebar, senyum yang sangat jarang David lihat. ‘’Baik Tuan, akan segera saya sampaikan.’’ "Baiklah, kau boleh pergi." ‘’Baik Tuan, permisi.’’ David menunduk hormat lalu pergi meninggalkan Robert yang tersenyum puas, sebab rencananya akan segera di mulai.      
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN