Jangan lupa cek Ig @storyansa Ada yang baru hihi Untuk kesekian kalinya, Edo menghela napas panjang menatap Anna yang masih kalut dalam emosi. Edo membawa putrinya tersebut ke teras di samping rumah. "Ayah harap, sikap kamu yang seperti tadi gak akan pernah terulang lagi, Anna." Edo berucap dengan wajah datar. "Itu sama sekali gak mencerminkan kamu sebagai seorang pemimpin perusahaan. Harusnya kamu bisa lebih bijak lagi, bisa mengontrol emosi, sampai kata-kata yang gak pantas di ucapkan itu keluar dari mulut kamu," lanjut Edo berucap. Anna berdecak seraya mendelik sinis pada Edo. "Ayah sadar gak? Ucapan Ayah ini sama aja menceramahi diri Ayah sendiri." Edo mengangguk membenarkan. "Iya, Ayah tahu. Ayah sadar. Karena itu, Ayah gak mau kamu bersikap seperti Ayah." Anna mendengus kasar

