Langkah Marcel terhenti saat melihat Celine duduk termenung di bawah pohon. Perempuan itu terlihat sedih. Air matanya tak berhenti mengalir membasahi pipi. Helaan napas panjang Marcel keluar kan. Tidak tega rasanya melihat sosok perempuan yang telah masuk ke dalam hatinya, menangisi laki-laki lain yang dia cintai. Celine terisak kecil. Sesekali mengusap kasar air mata di pipinya. Kata demi kata yang Anna lontarkan tadi, seolah terus terngiang dalam ingatannya. Bersamaan dengan itu, ia teringat akan ucapan yang menyatakan 'level tertinggi dalam mencintai adalah mengikhlaskan' Sepasang kaki yang berhenti di hadapannya, membuat Celine menghentikan tangis lalu mendongak untuk melihat siapa orang yang datang menghampiri nya. "Mas Marcel," gumam Celine. Marcel mengangguk pelan. Melempar sen

