Meski dari jarak yang lumayan jauh namun Dira bisa merasakan tatapan Zachary begitu lekat sehingga membuat Dira jadi bertanya- tanya, Apa sebenarnya yang sedang difikirkan oleh Zachary sekarang sehingga menatapnya demikian. Apa cuma pandangannya saja yang tertuju pada Dira tapi fikirannya tidak. Bisa jadi Zachary hanya kebetulan menatap kearahnya karena tidak tertarik untuk memandangi langit malam seperti dirinya. Zachary pasti sudah sangat akrab dengan suasana malam di tempat mereka berada jadi tidak merasakan perasaan yang sama dengan yang Dira rasakan.
Bisa jadi alasan Zachary keluar cuma merokok saja. Seingat Dira sebelumnya ia tidak pernah melihat Zachary merokok. Bahkan seharian kemarin yang mana mereka menghabiskan waktu nyaris selalu bersama tidak ada juga waktu dimana Zachary menghilang untuk melakukan kebiasaan yang sering dilakukan oleh kaum adam tersebut.
Mungkinkah Zachary bukanlah perokok aktif? Dira kembali disadarkan kalau kenyataannya tidak banyak yang ia ketahui tentang kebiasaan pria yang berstatus suaminya itu.
Dira hanya mengatahui apa yang bisa dilihat oleh semua orang saja, berperawakan tinggi kekar dan berwajah bule. Selebihnya Dira baru mencoba untuk mengenal karakteristik Zachary yang sepertinya tidak akan sulit baginya. Baru kenal saja sudah membuat Dira merasa bisa menerimanya. Alasan mereka bisa melakukan hubungan suami isteri di malam pertama mereka juga karena rasa nyaman yang dihadirkan oleh Zachary. Pria itu berusaha meyakinkan Dira kalau hubungan mereka adalah hasil campur tangan sang Pencipta. Dari apa yang Dira tangkap saat mereka berbincang, Zachary jauh lebih religius daripadanya. Dan, Dira takut dengan kenyataan tersebut.
Dira takut dirinya terlalu cepat menerima kehadiran Zachary dalam hidupnya. Dira tidak mau menjadi pihak yang paling berharap. Tapi bagaimana caranya agar Dira tidak mudah terjerat ke dalam pesona Zachary, apa salah jika Dira memberi ruang pada suaminya sendiri. Sejujurnya perasaan Dira masih terus berkecamuk. Kadang kala merasa menyesal karena tidak bisa menahan diri lebih lama sebelum menyerahkan segalanya pada Zachary. Apa hal tersebut terjadi karena dirinya yang terlalu murahan sebagai seorang wanita? dirayu sedikit saja sudah tergoda. Langsung silau melihat fisik sempurna serta latar belakang Zachary yang begitu menjanjikan. Apa jika diandaikan, Zachary seorang pria bertampang biasa yang punya latar belakang biasa-biasa saja, Dira akan secepat ini menyerahkan keperawanannya?
Dira gusar sendiri memikirkannya.
Kenapa perasaannya kembali kacau begini setelah sebelumnya, saat berbincang dengan mama Zachary baik- baik saja. Rasa cemas, takut dan curiga kembali menghantuinya.
Yang tidak disadari oleh Dira adalah perasaan amarah tidak lagi mendominasi hatinya kini.
Dira menarik nafas dan mengeluarkan lagi berulang kali. Mencoba agar suasana hatinya yang turun naik bisa lebih mendingan.
Tapi tetap tidak mudah dikarenakan rasa was wasnya akibat tatapan dari Zachary.
Ditengah perasaan gundah gulananya, Dira memutuskan untuk kembali saja ke kamar. Berharap dengan tidur cepat otaknya kembali waras.
Zachary lebih dulu tiba dikamar dibandingkan Dira. Jarak teras yang lumayan jauh dari kamar tidur mereka membuat Dira butuh waktu yang lebih lama kembali ke kamar daripada Zachary yang juga langsung bergegas membuang puntung rokoknya dan masuk begitu melihat Dira yang sudah beranjak dari tempatnya berdiri.
Dira sempat tertegun melihat Zachary yang telah duduk ditepi ranjang. Pria itu menyambut Dira dengan senyuman manis.
" Aku sudah ngantuk." ucap Dira yang menyiratkan sesuatu.
" Aku juga." jawab Zachary membuat Dira merasa malu karena sempat berfikir kalau Zachary menginginkan sesuatu seperti yang telah mereka lakukan beberapa kali.
Dengan berusaha bersikap biasa saja, Dira berjalan ke sisi kanan ranjang yang kosong.
Baru saja Dira naik keatas tempat tidur tubuhnya ditarik oleh Zachary hingga membuat Dira terpekik.
" Katanya tadi...."
" Iya... kita tidak akan melakukannya lagi. Aku hanya akan memelukmu saja." kata Zachary mempererat pelukannya ditubuh Dira. Zachary tidak tahu kenapa dirinya jadi menginginkan Dira terperangkap dalam pelukannya. Rasanya begitu pas saat tubuh mungil Dira terkungkung dalam dekapannya.
" Sekarang kita tidur saja, tapi nanti kita pasti akan melakukannya lagi."
" Nanti?" tanya Dira lemah. Godaan untuk bisa merasakan sensasi luar biasa kembali berputar dikepalanya.
" Setelah kamu puas tidur dan tenagamu kembali terisi tentunya."
" Kenapa tidak bilang besok saja?"
" Besok terlalu lama, aku yakin kamu tidurnya cuma sebentar."
" Keyakinan darimana itu?"
" Dari sini."ucap Zachary sambil membawa tangan Dira ke selangkangannya sedangkan bibirnya yang menempel di leher Dira semakin merekat saja. Tubuh Dira rasa tersengat begitu mulut Zachary berhasil menghisapnya dengan kuat. Sebuah lenguhan juga menyertainya. Pandangan Dira mendadak kabur dan tubuhnya bereaksi menuntut agar Dira membalas apa yang dilakukan Zachary padanya.
Dengan tidak tahu malunya tangan Dira mulai menyentuh sesuatu yang ada dibalik celana tersebut.
Kali ini gantian suara lenguhan keluar dari mulut Zachary yang membuat Dira kian semangat dan lupa diri.
Zachary dan Dira saling meraba dan meremas bagian sensitif keduanya. Lenguhan dan erangan samar terdengar berubah menjadi semakin berisik.
Beruntung mereka hanya berdua saja karena semua pekerja castil berada dilantai satu sedangkan kamar mereka ada dilantai dua.
Dira dan Zachary seolah lupa diri, keduanya sedang memuaskan hasrat masing- masing. Dira dan Zachary tidak bisa menolak candu memabukkan yang baru mereka rasakan. Rasanya begitu nikmat dan menenangkan...
" terus sayang." bisik Zachary menyemangati Dira yang sedang mengambil alih permainan dengan dituntun oleh sang suaminya.
Dira merasa datang lebih cepat saat bisa menguasai permainan. Nalurinya menuntun Dira untuk bergerak sesuai irama. Membuat bukan hanya dirinya yang melayang tapi juga pria yang berada dibawahnya pasrah.
Keduanya mendapakan gelombang puncak secara bersamaan. Tubuh Dira yang bergetar hebat lantas ambruk diatas d**a telanjang Zachary.
" thankyou, honey..." bisik Zachary dengan mata terpejam menikmati sisa-sisa pelepasannya. Tangannya membelai punggung polos Dira dengan perlahan. Dira membalas ucapan Zachary dengan gumaman tak jelas. Dira sudah setengah tertidur saat mendengar ucapan terima kasih dari Zachary.
Tak lama kemudian Dira langsung melayang ke alam mimpi meninggalkan Zachary yang masih setia membelainya. Setelah yakin Dira tertidur dengan pulas barulah Zachary menurunkan tubuh Dira ke sampingnya. dan menyelimuti tubuh keduanya yang sama- sama polos.
Zachary tidak akan menolak kalau dirinya sekarang disebut mulai kecanduan untuk memadu kasih dengan sang isteri. Tidak ada kata puas saat dirinya memasuki inti tubuh Dira, maunya lagi dan lagi. Sungguh sebuah candu yang terasa begitu nikmat.
Zachary mengecup kening Dira sekali lagi sebelum menyusul Dira ke alam mimpi.
Nun jauh di seberang benua yang berbeda, seorang wanita sedang duduk disajadahnya untuk memperpanjang doanya setelah sholat dhuha agar cucu tersayangnya benar baik- baik saja seperti yang dia katakan lewat telfon.
Bersambung...