" Ekhem ekhem... Selamat siang." sapa Refan pada Abian yang sudah rapih dengan kemeja dan dasi kantornya namun malah sedan duduk dengan termenung di ruang kerjanya. " Siang." " Kamu baik- baik aja?" tanya Refan cemas karena dari Ivy ia tadi mendapatkan informasi jika sahabatnya tersebut tidak pernah keluar dari ruangan dan meminta untuk menahan semua tamu dan membatalkan semua pertemuannya. " Baik? Aku harap aku baik. Tapi nyatanya nggak. Aku marah. Aku sangat marah." jawab Abian mencoba tersenyum. " Ya Tuhan, Abian. Kamu hanya membuat masalah untuk diri kamu sendiri. Tadi pagi dia kesini untuk berpamitan dengan semua orang dan kamu bahkan tidak muncul. Kamu sengaja?" " Dia nggak akan mau melihat aku. Buktinya dia sama sekali nggak masuk kesini." " Abian, please... Hentikan semua ke

