22. Desiran Hasrat

1273 Kata

Mendengar perkataan gadis itu, Marvin mulai melepaskan pelukannya dengan perlahan. Sampai akhirnya pria itu mundur satu langkah dan menatap Zeze yang masih saja bergeming, tanpa bergeser satu incipun dari tempatnya. Rasa ingin mengerjai gadis itu semakin besar saat melihatnya bersikap seperti bunga yang mekar dengan begitu malu-malu menunggu kumbang datang hinggap padanya. Tanpa ingin memakai pakaiannya, Marvin mulai kembali menelusupkan tangannya pada perut Zeze dan lagi, posisi mereka kembali berpelukan seperti semula. “Kenapa kau masih saja diam saat aku melepaskan pelukanku, hmm? Apa kau sangat menyukai posisi seperti ini?” bisik Marvin tepat dibawah daun telinga gadis cantik yang sedang kesulitan untuk mengatur detak jantungnya sendiri. Zeze hanya bisa menggeleng dan mengangguk seb

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN