"Vi!" panggil Trias. Tangannya terulur untuk menggoyangkan bahu milik Violet, yang sedari tadi tatapnnya terus mengarah ke depan. "Kamu kenapa malah melamun begitu sih? Jangan bilang kalau sekarang ... kepikiran tentang Rezky lagi?" Violet tidak menggubris pertanyaan yang terlontar dari Trias sama sekali. Ia langsung saja berdiri, tentu saja sebelumnya sempat berpamitan pada Rizal yang menatapnya tidak biasa. "Aku masuk ke kantor duluan, guys!" Violet bangkit dari duduknya. Berjalan cepat untuk pergi dari area kantin yang masih ramai itu, dan tidak perduli dengan tatapan dari orang-orang terdekatnya. Violet ingin menyendiri untuk sementara waktu sebentar. Tidak bisa dipungkiri, tujuannya sekarang adalah toilet kantor untuk menumpahkan segala unek-unek yang tersimpan dalam hatinya. M

