Apa Kamu Pernah Menyukaiku?

1627 Kata

"Selamat siang, Sayang." Kata-kata yang menyapa indra pendengaran Gianna, ketika ia baru saja saja selesai merapikan dapur sehabis makan siang bersama dengan anaknya. "Iya, Mas. Siang juga." Gianna menghela napas sambil duduk di atas ranjang dan menatap Ciara, yang tengah main dengan bonekanya saat tengah bersiap-siap untuk tidur siang. "Kamu sedang apa? Bagaimana keadaan kamu dan Ciara sekarang? Apa kalian sudah makan siang?" tanya Sakha bertubi-tubi. "Aku baru beres makan siang sama Ciara tadi, Mas. Ini lagi di kasur. Nemenin Ciara yang mau tidur siang. Keadaan aku baik kok, Mas. Terus Ciara juga kelihatannya udah mulai membaik juga." "Syukurlah. Aku senang mendengarnya. Oh iya, maaf kalau aku baru hubungan kamu lagi. Aku benar-benar sibuk sekali. Aku gempur pekerjaanku di sini dan b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN