Rasanya sudah seabad yang lalu ia bisa tidur senyenyak ini. Ketika bangun, ia bisa rasakan semua tulangnya remuk sekaligus ngilu pada semua otot-ototnya. Kun harus menurunkan kakinya pelan-pelan dari atas tempat tidur karena ia tak ingin diserang stroke dadakan pada pagi itu. Ah, ia sudah kepala tiga, tak lagi muda dan tak se-fit dulu. Kun tambah tua dan hidupnya sangat menyedihkan. Ia mandi dan berlama-lama mengguyur badannya dengan air dingin. Setelah dirasa lumayan segar barulah ia turun ke lantai satu untuk mencari sesuatu yang bisa dimakan. Sky dan Gaya sepertinya menolak pulang ke tanah air dan masih betah tinggal di Irlandia selama sembilan bulan terkahir, Kun bahkan lupa kapan ia terakhir makam malam dengan masakan ibunya. Hidupnya gini amat, keluh Kun dalam hati, apa iya dirinya

