Tadi sebelum sampai ke sekolah, Arkan menyempatkan diri mampir ke sebuah toko coklat. Arkan memang begitu jika sudah merasa tertarik pada seorang gadis. Eitss— tapi tunggu, tidak semua gadis mendapat perlakuan spesial seperti Zee. Kebanyakan mereka yang sebelumnya jadi mantan kekasih Arkan hanya mendapatkan 'status' saja. Tidak ada acara romantis apa pun, lebih sering memberi daripada diberi. "Gencar amat, Bos!" ejek Elena. "Diem lo cumi. Sana ke kelas duluan!" "Bagus-bagus. Awas aja kalau di tolak! Gue nggak terima barang bekas." "Arkan nggak akan di tolak, lihat aja!" dengan penuh percaya diri Ia melangkah menuju kelas gadisnya. Ah—calon gadisnya. "Jangan nangis, ya, kalau di tolak," ujar Elena setengah berteriak, kemudian terkekeh. *** Setelah berjalan-jalan, Gilang kembali memba

