Chapter 31

1873 Kata

Inka membuka kacamatanya, lalu menatap Arlan dengan tatapan tak percaya. Tubuh putranya jauh lebih kurus dibanding saat terakhir mereka bertemu. Dan lihatlah, mata sayunya, wajah pucatnya, semua itu seolah memberi tamparan keras pada Inka. Bagaimana bisa ia membiarkan putranya yang tengah sakit seorang diri. q"Adek sakit apa, sayang?" tanya Inka sambil berjalan mendekat ke arah putranya. Tak terdengar jawaban. Arlan masih sibuk dengan keterkejutannya, melihat kedatangan sang bunda. Karena Arlan tak menjawab, Inka langsung mengalihkan pandangannya pada Salma, lantas kembali bertanya. "Adek sakit apa, Ma?" Belum sempat Salma menjawab, tiba-tiba pintu kembali terbuka. Seorang perawat melempar senyum ramah pada semua yang ada di ruangan itu. "Selamat sore." "Sore," jawaban itu hanya terde

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN