Zee melangkah ragu menuju ke kelas Arlan. Ia hendak menyerahkan surat keterangan sakit milik kakak kelasnya itu. Arlan terpaksa kembali dilarikan ke rumah sakit ketika didapati tidak sadarkan diri tadi pagi. Wajahnya pucat dan tubuhnya terasa dingin. Salma yang meminta tolong padanya untuk membuatkan Arlan surat. Zee terdiam cukup lama begitu sampai di depan kelas Arlan, ia benar-benar gugup. "Lo ngapain?" Zee terlonjak kaget mendengar suara itu. Dengan segera ia berbalik dan melihat Arkan juga Elena berdiri tak jauh darinya. "I ... ini, Kak. Aku hm ... aku cuma mau kasih surat Kak Arlan," jawab Zee sedikit tergagap. Elena menautkan alisnya. "Arlan nggak masuk? Kenapa?" "Aku kurang tahu, Kak. Nenek cuma suruh aku bikin surat sakit buat Kak Arlan." "Makasih, ya," tutur Arkan sambil m

