Elena masih menggenggam tangan Arlan yang kini tertidur pulas. Elena tidak malu lagi menunjukan perhatiannya pada Arlan, toh sudah bukan rahasia umum kalau Elena menyukai Arlan. Dokter Danu entah menyuntikan cairan apa ke dalam tubuh Arlan hingga membuat muntah-muntah hebat yang dialami Arlan berhenti dalam sekejap dan akhirnya terlelap. Gilang sendiri duduk di sisi lain ranjang Arlan. Tidak ingin beranjak sedikit pun dari dekat sahabatnya. Melihat Arlan kesakitan seperti tadi seolah membuatnya turut merasakan sakit itu. Salma dan Ardhan mengistirahatkan sejenak tubuh mereka di sofa. Ini bukan hanya hari yang berat untuk Arlan, tapi untuk mereka semua. Di tengah keheningan itu, tiba-tiba pintu kembali terbuka. Arkan masuk, disusul oleh Zee di belakangnya. Arkan langsung bersimpuh di had

