Laki-laki itu berusaha mengatur napasnya yang tersenggal-senggal pasca menguras habis isi lambungnya. Ia masih sesekali terbatuk. Penyakit itu seolah tak jengah mengganggunya. Gedoran kuat pada pintu kamar mandi pun tak diindahkannya. "Arlan buka nggak, atau gue dobrak!" "Ck," teriakan dari luar membuat Arlan berdecak. Sedang dalam kondisi seperti ini mengapa gadis itu begitu menyebalkan? Ia lantas membasuh wajahnya, meski tetap terlihat pucat setidaknya memberi efek segar. Elena menatap Arlan dengan tatapan yang sulit diartikan, membuat Arlan risih seketika. "Kamu ngapain, sih, betah banget diam di depan toilet cowok?" "Lo sakit, ya?" Elena mengabaikan pertanyaan Arlan, dan memilih mengemukakan rasa penasarannya. "Nggak. Biasa aja," jawab Arlan sambil melangkah meninggalkan gadis it

