Chapter 15

1600 Kata

Salma buru-buru bertanya begitu mendengar putrinya menyebut kata pingsan. Firasatnya tidak enak, ia yakin orang yang tengah Inka bicarakan lewat telepon adalah Arlan. "Inka, ada apa?" "Adek pingsan, Ma. Inka harus gimana?" Inka benar-benar bingung, pasalnya Arkan sama sekali tak mau jauh darinya. "Devan di mana? Bukankah dia dalam perjalanan pulang? Coba kamu hubungi, dan langsung suruh dia pulang ke rumah melihat kondisi Arlan!" titah Salma. Inka mengangguk. Ia segera menghubungi suaminya untuk melihat kondisi Arlan di rumah. *** Elena menunduk tertunduk takut, tak berani menatap wajah kakak iparnya. Ia tahu dirinya bersalah karena melanggar apa yang diperintahkan sang kakak. "El, Kakak nggak marah sama kamu. Kakak cuma takut kamu sakit. Kita perempuan semua, kalau sakit repot, kan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN