Arlan melangkah pelan menyusuri lorong-lorong rumah sakit yang tampak lengang. Sesekali ia berhenti untuk sekedar mengerjap, memperjelas pandangannya yang mulai kabur. Napasnya memburu. Arlan berusaha menguatkan dirinya, kemudian melanjutkan langkahnya yang terasa semakin berat. Laki-laki itu berniat kembali ke ruangan Melisa, tetapi sebelum sampai ke tempat yang dituju pertahanannya ambruk. Arlan jatuh tersungkur membentur dinginnya ubin rumah sakit. "Ya Tuhan!" Seorang ibu yang diyakini adalah keluarga salah satu pasien di rumah sakit tersebut memekik kaget melihat seseorang tergeletak tak sadarkan diri. "Suster, Dokter, tolong!" Ia berteriak meminta bantuan sambil sesekali mencoba membangunkan anak itu dengan cara menepuk pelan pipinya. Seorang perawat yang juga melihat kejadian itu

