BAB 50

1193 Kata
Esok harinya, Mary dan John menikmati hari libur mereka dengan berkunjung ke taman kota seperti yang diinginkan oleh John. Keduanya sungguh menikmati hari mereka. Tidak lupa sebenarnya mereka juga memberikan kejutan untuk Addy berupa makanan kesukaan di atas meja makan. Alhasil, ketika penyihir itu keluar kamar, dia dibuat tersenyum karena itu, ada sebuah kertas yang bertuliskan, 'SELAMAT MAKAN, JANGAN TERLALU KERAS PADA DIRIMU. SANTAI SAJA.“ Setelah memakan semuanya, Addy sedikit berjalan-jalan di sekitar rumah ini. Dia penasaran dengan lantai atas dimana tidak pernah dia datangi. Awalnya dia merasa takut karena ini tidak sopan, namun berkat keinginannya untuk melihat, maka dia pun langsung mendaki anak tangga, kemudian menyaksikan kalau lantai atas ini ternyata adalah gudang penyimpanan barang-barang yang merupakan milik pasangan suami istri yang menolongnya. Dia tadinya juga mulai ragu saat hendak mengambil salah satu barang, memperhatikannya saja dia agak ragu karena itu tidak sopan. Tetapi, lambat laun, dia sedikit tertarik pada beberapa barang, termasuk sebuah lukisan yang sedang terselimut kain putih. Dia menariknya, dan terlihatlah lukisan John dan Mary, kemungkinan itu diambil sesaat setelah mereka menikah. Addy tersenyum pada potret besar itu, dia merasakan kebahagiaan saat bersama dua orang ini, merasa kalau memiliki dua orang kakak. Dia diperlakukan baik, diberikan makanan yang enak dan tempat tinggal yang layak. ”Aku harus bisa membantu John,“ katanya menegaskan dirinya. Ini adalah hal yang penting karena John sudah menolongnya dari kejaran warga. Tidak ada keinginan lain selain ini. Dia kembali hanyut dalam penelitiannya, dia hampir berhasil kalau saja bisa mengganti beberapa bahan yang menurutnya sulit ditemukan disini. Dia harus pergi ke pusat kota untuk menemui beberapa penyihir Yang memiliki toko tersembunyi yang menyediakan berbagai jenis bahan sihir. Tetapi, dia tidak pernah sekalipun bertemu dengan penyihir-penyihir berbahaya seperti itu. Sudah pasti kalau para penyihir yang menjual barang-barang seperti itu bukanlah kaum baik. ”Tidak masalah.“ Dia mengatakan itu pada akhirnya. Ketika hendak turun lagi, dia melihat ada tumpukan buku di dalam salah satu kardus yang terbuka. Karena memiliki sampul hitam dan bertuliskan nama John, maka dia tertarik untuk membukanya. Dia juga masih penasaran dengan sosok sang penolong. Dan, benar saja, ketika dia membuka buku tersebut, terlihat kalau itu memang sebuah buku diari milik John yang sudah tidak digunakan lagi. Dahulu John memang menulis kisahnya setiap hari, tetapi setelah menikah dengan Mary, dia seperti tidak memerlukannya lagi untuk menulis segala tentang hidupnya karena sekarang hidupnya bersama Mary, tak lagi sendirian seperti dahulu. Addy mulai membaca lembar demi lembar tulisan yang ada di dalamnya. Di sana diceritakan tentang John yang dahulu adalah manusia biasa, sekitar seratusan tahun silam dia adalah manusia biasa yang merupakan yatim piatu dan sedang berusaha membangun usaha berjualan bahan pokok di kota kecil. Usahanya cukup lancar sehingga makin lama makin besar,. Dan pelanggannya pun makin bervariasi, dari kalangan bawah sampai dia bisa mengenal orang-orang yang memiliki darah bangsawan. Dari situlah, dia mulai bergaul dengan orang-orang misterius, mengikuti pesta-pesta bangsawan. Dia tidak merasa terganggu karena secara ekonomi dia memang sudah mulai menjadi saudagar kaya. Banyak wanita yang mendekatinya, kala itu memang dia tidak pernah mengencani siapapun, rasanya tidak ada yang sampai mengetuk hatinya. Tidak seorang wanita pun berhasil menaklukkannya. Hingga pada suatu hari, ada serangan di kota kecil itu, dan serangan itu terjadi di malam hari, dan para pria misterius menargetkannya malam itu. Dalam sekejap saja, dia sudah tergigit oleh seorang bergigi tajam, yang lambat laun terkuak kalau itu adalah Alfa dari kelompok manusia serigala liar. Selama berhari-hari, hidup John terasa di neraka, dia tidak bisa mengendalikan dirinya karena insting buas yang menjadi-jadi. Dia mengurung diri, bahkan sampai melarikan diri ke dalam hutan karena pikirannya sangat kacau. Dia sempat mencelakai orang sehingga dia mulai yakin kalau sisi manusianya telah musnah saat itu juga. Di hutan, dia tidak sadar kalau memangsa binatang liar, dan berubah menjadi sosok serigala besar berbulu kehitaman. Setelah itu terjadi, dia pun pasrah, menerima keadaannya yang berubah menjadi manusia serigala berkat gigitan para kelompok itu. Dia meninggalkan kota itu dan tinggal di kota kecil lainnya. Selama bertahun-tahun lamanya, dia berpindah-pindah tempat karena dia sulit menua. Selain itu, ketika bulan purnama sudah dekat, dia akan berada di tengah hutan yang gelap dan rimbun, disana dia akan mengamuk, memangsa binatang liar sampai pagi tiba. Hanya dengan begitu, dia bisa mengendalikan diri. Sampai pada akhirnya, puluhan tahun berlalu, ketika dia singgah di sebuah kota, dia bertemu dengan penyihir yang kemudian memberikannya obat yang bisa mengontrol kegilaan dalam dirinya. Obat tersebut sudah sudah berisi sihir yang mampu mengikat insting liar serigala ketika bulan purnama. Berkat obat-obat tersebut, hidup John sudah mulai tertata dengan baik. Dia bisa melakukan usaha lagi dengan berdagang roti dan bahan pokok lain. Hingga tak lama berselang, ada seorang wanita muda yang datang ke tokonya, dan menjadi pelanggan tetap. Setiap pagi, jantung John berdebar kencang kala melihatnya. Untuk pertama kalinya juga, dia menyukai aroma tubuh seorang wanita. Padahal biasanya dia tidak mencium apapun selain darah dan daging pada orang lain, tetapi aroma tubuh Wanita ini cukup memikat dan membuatnya mabuk kepayang. Tak lama setelah itu, dia berkenalan dengannya, dan wanita itu mengaku bernama Mary. Sejak saat itulah, keduanya menjadi semakin dekat dan dekat sampai memutuskan menjalin hubungan. Mereka juga memutuskan untuk kawin lari dan pergi dari kota setelah Mary dijodohkan dengan seorang pria misterius oleh pamannya. Mereka bisa terlepas dari kota tersebut, lalu menikah, dan mulai hidup di kota yang baru. John membangun rumah yang jauh dari pemukiman, tapi tetap berusaha untuk bersosialisasi agar tidak mencurigakan. Dia juga bekerja di sebuah kantor berita yang sebenarnya tidak menghasilkan uang yang banyak. Addy membaca semua itu dengan agak sedih. Dia merasakan kepedihan mendalam karena John ternyata memiliki hidup yang cukup suram nan sepi, tapi untungnya sudah bertemu dengan Mary. ”Aku akan membuat ramuan agar kau menjadi manusia biasa lagi, agar kau dan Mary bisa bersama tanpa ada masalah seperti ini. Aku ingin kalian hidup normal karena aku yakin kalian memang pasangan yang sempurna,“ ucap Addy sembari menatap lukisan John dan Mary. Dia tersenyum penuh percaya diri. Senyum itu cukup lama dilakukan hingga kemudian terdapat suara pintu yang diketuk di luar. addy pun buru-buru untuk turun dari lantai atas itu, kemudian bergegas menuju ke depan. Dia berpikir kalau kemungkinan John dan Mary sudah datang. Tetapi, dia menjadi kaget sekaligus panik karena ternyata ada pihak kepolisian berseragam yang datang. Dia sempat gelisah, takut kalau dilaporkan warga perihal dirinya yang seorang penyihir. Tapi, dia yakin warga disini tidak ada yang tahu kalau dirinya ini penyihir, mereka hanya tahu kalau dia hanyalah tamu dari pasangan John dan Mary. ”Iya?“ Addy bersikap sopan. Dua pria berseragam itu tampak serius. Salah satunya kemudian berkata, ”Kami dari kepolisian. Saya Fred Thorn, anda?“ ”Saya Addy...“ ”Saudara Tuan John atau Nyonya Mary Blooms“ Karena tidka punya pilihan lain, Addy menjelaskan, ”saya teman dari Tuan John Blooms. Memangnya ada apa, Tuan?“ ”Kami hanya ingin memberitahu kalau Tuan John dan Nyonya Mary Blooms telah diculik oleh sekelompok orang tidak dikenal, jadi kami ingin anda membantu kami dalam menyelidiki ini.“ ”Apa?“ Addy jelas tidak percaya. Rasanya mustahil pria tangguh seperti John bisa diculik. Tetapi, dia punya pemikiran kalau saja yang menculii itu juga tangguh, suda pasti akan berhasil. ***
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN