"Kamu nggak punya hak untuk mengajukan pertanyaan. Sana buatkan aku kopi," titah Frans dengan ketus. "Gengsi banget sih," gerutu Karin dengan suara pelan sambil berjalan keluar dari ruangan hendak membuatkan kopi di pentry. Setelah keluar dari ruangan, Karin bingung harus ke kama mencari letak pentry. Dia berjalan menuju meja sekretaris Frans, lalu bertanya kepadanya. "Permisi, Mbak." Wanita berusia dua puluh lima tahun bernama Michael itu pun menengok. "Iya, Mbak? Ada apa, ya?" "Saya asisten pribadinya pak Frans, boleh tunjukkan kepada saya di mana pentry?" "Oh, mau bikin kopi ya, Mbak. Maaf saya telat, Mbak bisa bilang sama pak Frans, saya buatkan kopinya sekarang. Ini barusan tanggung siapkan berkas meeting." Michael bicara sambil merapikan berkas. "Oh jangan, Mbak. Biarin saya aj

