Sebelumnya Brian tengah duduk di kursi kebesarannya sambil mengetuk-ngetuk mejanya dengan jari telunjuk. Kepalanya menengadah ke atas langit-langit kantornya dengan posisi bersandar di kursi. Kepalanya terasa pusing meski bukan karena pekerjaan. Kata-kata Kedua orang tuanya semalam membuat dia benar-benar kepikiran. "Bri, jika dalam jangka seminggu kamu masih belum mengambil keputusan akan perjodohan dengan Ranti. Terpaksa jabatan kamu akan Papa alih fungsikan kepada yang lain. Orang kepercayaan Papa yang sudah Papa siapkan!" "Ko Papa jadi ngancem segala sih?" "Kamu itu susah dibilangin! Lagian Aldin juga ga jauh hebat ko dari kamu. Bahkan dia lebih hebat dari kamu." Yang benar saja ? Bagaimana mungkin ayahnya dengan gampangnya mau menyerahkan posisi Brian kepada Aldin yang notabene ny

