Sri Rahayu hilang. Itulah yang kudengar dari pembicaraan ibu-ibu grup WA kompleks. Aku baru saja pulang bersama Mas Fery dari rumah Mama, sontak kaget dan menanyakan isu tersebut secara langsung pada Nenek Laksmi dan Kakek Sugiono. Di rumahnya, kedua orantua itu tampak lesu, mata Nenek Laksmi bengkak karena terus terusan menangis. Saat kami datang, Kakek Sugiono yang lebih banyak bercerita ketimbang Nenek Laksmi. Ia mengatakan, di malam setelah keberangkatan kami ke rumah Mama, Sri pamit pergi ke rumah temannya. Entah teman yang mana Kakek Sugiono mengizinkan putrinya begitu saja. Sri sudah dewasa dan ia gadis yang mandiri, selama ini tak pernah terjadi apa pun padanya. Ia terbiasa pergi sendiri, bahkan di temppat-tempat jauh sekalipun. Aku melihat motor Sri masih ada di teras rumah

