PLEASE, SAVE ME!

1891 Kata

“Siapa?” Sang kekasih pun bertanya pada Dario yang menatap layar ponselnya dengan ekspresi ketegangan. “Ehm, aunty meneleponku,” jawabnya. Bukan langsung menerima panggilan tersebut tapi otaknya sibuk menerka-nerka akan apalagi yang aunty nya itu menghubunginya lagi. Barang bawaannya tertinggalkah? Dario rasa tidak ada, semuanya sudah disatukan ke dalam satu koper berisi pakaiannya dan juga pakaian kekasihnya itu. ‘Apa ada sesuatu hal yang genting? Jika benar, kenapa dia tidak menghubungi seseorang yang sudah aku katakan waktu itu? Kenapa dia harus menghubungiku? Orang lain pasti bisa melacak panggilanku jika aku menerimanya,’ batin Dario, waspada. “Sudahlah, angkat aja, Bebz,” katanya seraya membuyarkan lamunan Dario. “Barangkali saja ada hal yang penting yang ingin aunty sampaikan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN